{"id":2444,"date":"2020-07-10T10:25:00","date_gmt":"2020-07-10T03:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/?p=2444"},"modified":"2026-08-04T10:26:35","modified_gmt":"2026-08-04T03:26:35","slug":"fakultas-kedokteran-bahas-social-mixing-dan-telemedecine-dalam-diskusi-serial-ke-8-lppm-unika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/2020\/07\/10\/fakultas-kedokteran-bahas-social-mixing-dan-telemedecine-dalam-diskusi-serial-ke-8-lppm-unika\/","title":{"rendered":"Fakultas Kedokteran Bahas Social Mixing dan Telemedecine dalam Diskusi Serial ke-8 LPPM Unika"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam kegiatan Diskusi Serial ke-8 LPPM Unika Soegijapranata atau yang dikenal dengan istilah \u2018Di Rumah Unika\u2019, kali ini Fakultas Kedokteran Unika menghadirkan dua narasumbernya yaitu Perigrinus H Sebong, MPH yang membahas tentang \u201c<em>Social Mixing<\/em>\u00a0dan Tren Penularan Kematian Pada Kasus Covid-19\u201d dan narasumber lainnya adalah dr Jessica Christanti M Kes dengan materinya mengulas mengenai \u201cOptimalisasi\u00a0<em>Telemedecine<\/em>\u201d.<br>Acara diskusi yang dipandu oleh Ferdinandus K Pukan MSc dan disiarkan secara\u00a0<em>online<\/em>\u00a0melalui ruang virtual Unika ini, dilaksanakan pada hari Kamis (9\/7) dengan disiarkan melalui\u00a0<em>youtube<\/em>.<br>Dalam paparannya, Perigrinus mengawali dengan perkembangan pandemi covid-19 secara global yang bisa bermakna positif maupun negatif.<br>\u201cMunculnya covid-19 tampaknya membawa dampak positif pada besaran polutan yang ada di bumi, sehingga alam bisa kembali ke normal. Dampak positif lainnya adalah adanya kesadaran pola hidup bersih dan sehat, seperti penggunaan masker, kebiasaan menutup mulut saat bersin dan batuk, serta penyediaan\u00a0<em>hand sanitizer<\/em>\u00a0secara mandiri setelah selesai beraktifitas. Hal demikian adalah praktek yang sebenarnya sangat dasar, mudah dan murah dilakukan,\u201d jelasnya.<br>Kebiasaan hidup sehat tersebut, tidak hanya supaya hidup kita selalu sehat tetapi juga untuk survival, artinya bagaimana kita bisa bertahan dalam masa pandemi covid-19 yang tidak tahu sampai kapan akan mereda, sambungnya.<br>Meski demikian adapula berita negatif terkait pandemi covid-19, yaitu sesuai pernyataan dari otoritas kesehatan, bahwa covid-19 ini dicurigai bisa menular melalui udara, tetapi yang sudah valid yaitu covid-19 ini bisa menjadi semacam triger<em>\u00a0secondary health crisis,\u00a0<\/em>yaitu krisis yang terjadi setelah punya dampak langsung dari krisis sebelumnya, ucapnya.<br>Dampak buruk covid-19 yang lain adalah bagaimana dampak covid ini bisa menjadi triger pada\u00a0<em>universal health coverage in times of crisis<\/em>, artinya dampak covid ini mengingatkan kita terhadap sistem jaminan kesehatan kita (misalnya BPJS), sehingga apabila kita tidak punya jaminan atas kesehatan kita, maka akan menjadi masalah yang cukup serius.<br>\u201cJika kita berbicara masalah s<em>ocial mixing<\/em>, maka sangat relevan apabila kita akan berbicara tentang transmisi penyakit menular. Sedangkan s<em>ocial mixing\u00a0<\/em>dalam cakupannya adanya dua fase, yaitu fase\u00a0<em>indoor<\/em>\u00a0(dalam ruangan) dan fase\u00a0<em>outdoor\u00a0<\/em>(di luar ruangan),\u201d urai Perigrinus.<br>Untuk kalangan masyarakat Indonesia, adanya perbedaan sosial antropologi masyarakat yang berbeda-beda dan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri, bisa mempengaruhi dinamika transmisi covid-19, yaitu dalam dinamika epidemi yang didalamnya ada\u00a0<em>social mixing<\/em>.<br>Peran komunikasi resiko sangat penting. Dan ternyata dalam\u00a0<em>social mixing<\/em>, lokasi kontak fisik yang paling \u00a0besar adalah pada relasi sosial kita, yaitu diantara teman dan saudara kita.<br>Sedangkan mengenai tren kematian di Indonesia, yang berbeda dengan tren kematian global per bulan Juni 2020 adalah pada usia kematian korban covid-19, yaitu di Indonesia rata-rata diatas 50 tahun bahkan ada cukup banyak yang usianya diatas usia 40 tahun. Sedangkan di tingkat global usia kematian banyak diatas usia 60 tahun.<br>Sedang dr Jessica lebih banyak mengulas tentang optimalisasi\u00a0<em>telemedicine<\/em>\u00a0karena penularan covid-19 adalah banyak yang dari\u00a0<em>droplet<\/em>\u00a0dan kontak.<br>\u201cAda penelitian apabila kita bersin, droplet bisa sampai 110 cm bahkan bisa sampai dengan 7 hingga 8 meter, tergantung seberapa kuat orang yang bersin itu, oleh karena itu kita dihimbau untuk\u00a0<em>physical distancing,<\/em>\u201d paparnya.<br>Untuk mengatisipasi kekhawatiran masyarakat terkait pandemi covid-19 melalui kontak secara fisik (<em>physical distancing)<\/em>, maka dengan\u00a0<em>telemadecine<\/em>\u00a0ini pasien dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan secara personalize dan aman.<br><em>Telemedecine<\/em>\u00a0sendiri untuk saat ini meliputi beberapa bidang, antara lain\u00a0<em>teleconsultation<\/em>,\u00a0<em>telemonitoring, telecollaboration<\/em>, dan\u00a0<em>teleexprtise<\/em>. Sedangkan komponen mutu yang menjadi standar dalam pelayanan kepada pasien seliputi safe, efektif, berfokus pada pasien, timely, efisien, dan equatibilitas.<br>Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam telekonsultasi yaitu pasien harus jelas dan memahami konsekuensi dari telekonsultasi, perlunya panduan telekonsultasi sesuai standar, juga perlunya\u00a0<em>training<\/em>\u00a0tenaga dokter maupun kesehatan untuk melakukan telekonsultasi, kemudian monitoring dan evaluasi terhadap kepuasan pasien dan kepatuhan dokter untuk menetapkan alur yang ada maupun\u00a0<em>cyber security testing<\/em>nya apakah rutin dilakukan atau tidak, pengembangan protokol, serta standarisasi\u00a0<em>input, process, output<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>impact<\/em>\u00a0\u00a0agar pelayanan pasien akan menjadi lebih baik dengan meminimalkan resiko, pungkasnya. (FAS)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kegiatan Diskusi Serial ke-8 LPPM Unika Soegijapranata atau yang dikenal dengan istilah \u2018Di Rumah Unika\u2019, kali ini Fakultas Kedokteran Unika menghadirkan dua narasumbernya yaitu Perigrinus H Sebong, MPH yang membahas tentang \u201cSocial Mixing\u00a0dan Tren Penularan Kematian Pada Kasus Covid-19\u201d dan narasumber lainnya adalah dr Jessica Christanti M Kes dengan materinya mengulas mengenai \u201cOptimalisasi\u00a0Telemedecine\u201d.Acara diskusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-2444","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"blocksy_meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2444"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2445,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2444\/revisions\/2445"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fk.unika.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}